Tampilkan postingan dengan label UNIK. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label UNIK. Tampilkan semua postingan

Orang Nurwegia Cipta Lagu Tentang Nasi Padang

 

Masyarakat Indonesia pada umumnya tentu tidak asing lagi dengan makanan yang bernama Nasi Padang. Namun apa jadinya jika Nasi Padang itu dibuat menjadi lagu?

Baru-baru ini, seorang pria berkebangsaan Norwegia berhasil menyita perhatian warga Indonesia. Bagaimana tidak, lagu yang dibuatnya cukup unik. Dia adalah Audun Kvitland Rostad.

Di lagu tersebut, dia mengungkapkan kecintaannya terhadap makanan asal Sumatera Barat itu. Hingga hari ini, video tersebut setidaknya telah menyita perhatian hingga 170,053 yang melihat video tersebut.

Penasaran? Berikut ini lirik lagu Nasi Padang yang dinyanyikan Audun Kvitland

I still remember when i tasted you
I wouldn’t believe that is good be true
It was the first time in my life

And if you a human,
I would make you my wife

Nasi Padang
Nasi Padang
Nasi Padang
Nasi Padang
Nasi Padang

It’s the best thing you will love the taste
If you never tasted
It’s a big this grace
I’m a biggest fan
Just remember one thing
You may to food with your hand

Nasi Padang
Nasi Padang
Nasi Padang
Nasi Padang
Nasi Padang

If I’m closing my eyes
I feel the taste on my lips
I can feel the kobokan on my fingertip
And I really thing your silly
If you leaned the table without tasted the chili

Nasi Padang
Nasi Padang
Nasi Padang
Nasi Padang
Nasi Padang

I like it like a bee likes honey
I like it like everyone likes money
I like it like the kids like their bunny
I like it if is rainy or sunny

I like it like…

Ingin Foto di Jembatan Ini, Tapi Membingungkan

 
Menjadi salah satunya icon Siak, selain Istana Siak,  Jembatan Tengku Agung Sultana Latifah juga kerap menjadi objek foto bagi pengunjung yang datang ke Siak Sri Indrapura, Riau. Namun sayang, Icon yang satu ini tidak lagi bisa dinikmati oleh pelancong yang sengaja datang untuk berwisata ke jembatan ini.

Pasalnya, himbauan dan larangan terpajang jelas ketika akan menyeberang Jembatan TASL. Selain itu terlihat penjagaan dan pengawasan dari Dinas Perhubungan, dengan adanya posko dishub sebelum melewati jembatan.

Dalam papan larangannya bertuliskan 'Dilarang berhenti dan berjualan disepanjang jembatan'. Pantauan bertuahpos sesekali dishub melakukan pemantauan kendaraan yang berhenti dijembatan dan membunyikan klakson seraya menghimbau dilarang berhenti, lantas membuat mereka bergegas menghidupkan kendaraannya.

Hal itu juga pernah dirasakan M. Dani, berkunjung ke Siak bersama keluarganya. Kemegahan Jembatan TASL sontak membuatnya menghentikan kendaraannya untuk mengabadikan foto.

"Kita serba salah, mau berhenti sebelum jembatan ataupun di jembatan sama aja dipinggir jalan parkirnya. Pernah ditegur juga sama petugas Dishub, lah namanya juga kan kita pengen foto di jembatan, tapi enggak ada disediakan tempat parkir mobil untuk kita berfoto-foto, serba salah aja gitu,"ungkapnya.

Pelancong pun menyayangkan tidak adanya fasilitas parkir bagi wisatawan untuk menikmati salah satu Icon Siak.

"Jembatan ini kan cuma ada di Siak, jadi sayang aja kalau tidak ada fasilitas untuk pengunjungnya, namanya pengunjung pasti pengen foto-foto, berhenti gak boleh, alasannya ganggu lalu lintas sebab parkir ditepi jalan, tapi apa bedanya juga kalau kita berhenti sebelum jembatan, toh gada tempat parkirnya juga, dipinggir jalan juga, "sebutnya lagi.

Hal lain pun diungkapkan Mus, tidak adanya area parkir yang tepat membuat pengunjung masih terlihat berhenti dijembatan dan merasa sedikit menganggu.

"Kita terganggu juga mbak, kalau ada mobil kadang lebih dari satu dan juga rombongan motor kadang berhenti dijembatan, tapi ya gimana enggak kayak gitu, untuk parkir mereka juga gak ada,"kata warga Siak ini.

Dinas Perhubungan kabupaten Siak Kaharudin melalui Kasi Lalu lintas angkutan jalan (KLJ), Junaidi, saat bertuahpos temui mengatakan, hal itu sempat dibahas, namun hingga sekarang belum menemukan solusinya.

"Masalah itu pernah sempat dibahas, tapi belum ada solusinya,"terangnya singkat.